Loading...

UPT Pengembangan Karir Selenggarakan Seminar “Kesiapan Mental Mahasiswa dalam Menghadapi Dunia Kerja”

Diterbitkan pada
2 Oktober 2025 13:10 WIB

Baca

Mulai

Sukoharjo, 2 Oktober 2025 – UPT Pengembangan Karir UIN Raden Mas Said kembali menggelar seminar inspiratif, kali ini dengan tema “Kesiapan Mental Mahasiswa dalam Menghadapi Dunia Kerja.” Acara berlangsung di Aula Gedung Rektorat lantai 3 dan dihadiri oleh para mahasiswa yang tengah bersiap menyongsong masa depan setelah menyelesaikan studi.

Kepala UPT Pengembangan Karir, Ibu Layyin Mahfiana, membuka kegiatan dengan penekanan pada pentingnya mempersiapkan mental sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja. Ia mengingatkan bahwa generasi muda, khususnya Gen Z, kerap disebut sebagai generasi “mental strawberry,” tampak kuat dari luar namun rapuh di dalam. Seminar ini diharapkan mampu menjadi bekal untuk memperkuat daya tahan mental para mahasiswa.

Materi inti disampaikan oleh Dr. Agus Tri Susilo, M.Pd. dengan judul “Kesiapan Mental Menghadapi Dunia Kerja.” Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa karir bukan sekadar cara untuk mencari uang, melainkan juga sarana menemukan makna hidup. Menurutnya, semester akhir adalah fase transisi penting menuju dunia kerja, di mana mahasiswa dituntut untuk mengenali potensi diri, membangun resiliensi, serta mampu mengelola tekanan. Ia menjelaskan bahwa kesehatan mental yang baik ditandai dengan kesadaran akan kemampuan diri, produktivitas, dan kontribusi nyata.

Dr. Agus juga memaparkan prinsip ORI-FANS yang terdiri dari optimis, realistis, dan fantastis, sebagai strategi menghadapi tantangan. Mahasiswa didorong untuk tetap optimis, menerima kekurangan diri dengan realistis, serta berani bermimpi tinggi namun tetap terukur. Selain itu, ia memperkenalkan teknik reflective journaling dan analogi pohon untuk membantu mahasiswa memahami pentingnya akar nilai, batang karakter, hingga buah berupa karya nyata.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan muncul, mulai dari cara mengelola emosi di tengah fenomena FOMO dan pengaruh media sosial, bagaimana menghadapi kekecewaan jika mimpi terlalu tinggi, hingga strategi membangun “perisai emosional” ketika berada dalam lingkungan kerja yang kurang sehat. Semua pertanyaan dijawab dengan penekanan pada pentingnya prinsip, kesadaran diri, dan pilihan sikap yang bijak dalam menghadapi tantangan.

Acara ditutup dengan penuh kehangatan melalui penyerahan kenang-kenangan, sesi foto bersama, serta harapan bahwa mahasiswa UIN Raden Mas Said mampu menjadi pribadi yang tangguh, berdaya saing, dan siap menghadapi dunia kerja dengan mentalitas yang sehat serta orientasi hidup yang bermakna.